Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Kawasan Pusaka Lasem Jawa Tengah Ditata, Sebagai Simbol Toleransi Nusantara

Kawasan Pusaka Lasem Jawa Tengah Ditata, Sebagai Simbol Toleransi Nusantara

Share

Rembang – Lasem dikenal sebagai Kawasan bersejarah dengan berbagai perpaduan budaya, baik agama maupun etniknya. Dalam rangka memelihara asa toleransi Nusantara, Kawasan Pusaka Lasem di Jawa Tengah ditata oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Tengah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menginstruksikan agar penataan Kota Pusaka Lasem dilakukan secara cermat dan hati-hati, baik dari segi struktur dan nilai estetika.

“Ini merupakan pekerjaan seni (art work), jadi harus hati-hati. Perhatikan detail setiap pekerjaannya agar hasilnya rapi sesuai desain,” tegas Menteri Basuki.

Menteri Basuki menambahkan, dari hasil tinjauan tersebut, ia telah menginstruksikan kepada jajaran Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jateng agar pedestrian Jalan Daendels di kawasan pusaka Lasem juga ditata.

“Supaya wajah kawasan Lasem bisa berubah menjadi lebih baik dan kental dengan nilai-nilai sejarah yang ada,” katanya.

Kawasan Pusaka Lasem ditata dengan konsep yang tetap melindungi elemen-elemen bangunan yang memiliki nilai sejarah  secara komprehensif dengan disesuaikan pada keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal.

Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 30%, dengan lingkup penataan kawasan, seperti alun-alun, pembangunan Pasar Lasem, rehabilitasi Masjid Jami’, dan penataan pedestrian jalan. Seluruh pekerjaaan ditargetkan untuk rampung pada Agustus 2022.

Dalam penataan kawasan pusaka Lasem, Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang, serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi.

“Ini salah satu aspirasi dari Komisi V DPR RI untuk pembangunan di daerah dengan menggunakan dana APBN,” tutur Menteri Basuki.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Arwani Thomafi menyatakan siap mengawal program penataan kawasan pusaka Lasem agar dapat berjalan dengan baik.

“Seperti yang disampaikan Bapak Menteri PUPR, ini adalah program dengan perspektif seni, jadi betul-betul harus dilaksanakan dengan baik. Output terakhirnya diarahkan untuk bagaimana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lasem,” ujarnya.

Anggaran penataan kawasan pusaka tersebut sebesar Rp88,13 miliar yang dilaksanakan secara Multi Years Contract (MYC) 2021-2022 dengan kontraktor pelaksana  PT. Putera Jaya Andalan dan PT. Yodya Karya (Persero) Wilayah I sebagai Manajemen Konstruksi dan disupervisi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. (*)

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.