Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Kawasan Kumuh Apolo dan Pesisir Selatan Kota Tual Ditata Untuk Perbaiki Mutu Hidup Masyarakat Serta Destinasi Wisata Baru

Kawasan Kumuh Apolo dan Pesisir Selatan Kota Tual Ditata Untuk Perbaiki Mutu Hidup Masyarakat Serta Destinasi Wisata Baru

Share

Jakarta – Kawasan kumuh Apolo dan Pesisir Selatan Kota Tual, di sekitar Pantai Kiom, Provinsi Maluku ditata ulang. Penataan itu bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan memunculkan destinasi wisata baru. 

“Pemanfaatan selanjutnya tinggal bagaimana peran Pemkot untuk pemberdayaan masyarakatnya sehingga dapat mengembangkan potensi kawasan tersebut,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022). 

Ia menuturkan penataan Pantai Kiom dilakukan bertahap sejak 2021-2022. Anggaran yang digunakan sebesar Rp 15,4 miliar. 

“Saat ini tengah dilakukan pekerjaan jogging track dan fasilitas pendukung lainnya dengan progres konstruksi 20 persen,” jelasnya. 

Sementara itu penataan kawasan kumuh Apolo dilakukan di atas lahan seluas 8,08 hektar dan memakan APBN senilai Rp 31,1 miliar. 

“Pekerjaannya berupa kegiatan rumah swadaya sebanyak 300 unit, pembangunan drainase lingkungan sepanjang 1.240 meter dan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 1.065 meter,” ungkap Basuki. 

Tak berhenti di situ, Kementerian PUPR juga mengerjakan Pengolahan Air atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memasok air bersih 300 unit rumah tersebut. 

Selain itu, tengah dibangun pula Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sebanyak 30 unit. 

“Kawasan Apolo terdiri dari 442 Kepala Keluarga atau 1.912 jiwa dengan jumlah bangunan 373 unit,” sebutnya. 

Saat ini progres penataan kawasan kumuh itu telah mencapai progres fisik sebesar 81,3 persen. 

Adapun selain Kawasan Apolo, pemerintah tengah merencanakan penataan kawasan kumuh serupa di Kelurahan Masrum, Kota Tual di atas lahan seluas 15 hektar. 

Biaya yang disiapkan senilai Rp 22,6 miliar yang akan dialokasikan untuk membangun 187 unit rumah swadaya, drainase lingkungan sepanjang 1.645 meter, jalan lingkungan berjarak 1.677 meter. Lalu, jaringan SPAM guna melayani 300 SR, dan pendirian 5 unit SPALD-T. 

Diketahui selama periode 2015-2019, Kementerian PUPR telah menangani kawasan kumuh perkotaan dengan total luas 32.222 hektar. 

Pada tahun 2020 seluas 1.686 kawasan kumuh selesai ditata, sedangkan tahun 2021 terdapat 4.283 hektar. 

Targetnya tahun ini, Kementerian PUPR hendak menyelesaikan penataan 1.147 hektar kawasan kumuh. 

Jika target itu tercapai, maka dalam tujuh tahun terakhir terdapat 39.338 hektar kawasan kumuh di berbagai wilayah Tanah Air yang telah ditata oleh pemerintah. (*) 

 

 

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.