Home Berita Jelang Ramadhan, Menteri PU Pastikan Akses Koto Mambang–Malalak Aman Dilalui

Jelang Ramadhan, Menteri PU Pastikan Akses Koto Mambang–Malalak Aman Dilalui

Share

JAKARTA, LINTAS – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Ruas Jalan Koto Mambang–Balingka/Malalak, Sumatera Barat, Rabu (28/1/202), guna memastikan kembali terhubungnya akses masyarakat pascabencana yang sempat memutus ruas jalan tersebut.

Dalam peninjauan itu, Dody didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Kunjungan dilakukan untuk melihat progres penanganan darurat sekaligus memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan normal.

Ia mengatakan, pemasangan jembatan Bailey merupakan solusi darurat agar aktivitas masyarakat tidak terhenti sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

“Waktu pertama kali kami ke sini, ruas jalan ini dalam kondisi terputus. Saya langsung meminta Kepala Balai untuk segera membangun jembatan Bailey. Kalau tidak segera ditangani, aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tentu akan terhambat. Saat ini sudah terpasang dua jembatan Bailey,” ujar Dody dikutip Kamis (29/1/2026).

Pemulihan Konektivitas

Sebagai langkah cepat pemulihan konektivitas, Kementerian PU telah memasang jembatan Bailey pada titik-titik ruas jalan yang terdampak. Hingga kini, dua unit jembatan Bailey telah terpasang dan difungsikan untuk mendukung aktivitas warga serta kelancaran arus logistik.

Dody menjelaskan, pembangunan jembatan permanen tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, prosesnya memerlukan perencanaan dan kajian teknis yang matang, mengingat kondisi geografis kawasan yang kompleks, keberadaan sungai, potensi longsor, hingga aspek tata ruang dan cagar budaya.

“Jembatan permanen pasti kita bangun. Tetapi semua harus melalui proses perencanaan yang baik. Desainnya harus matang supaya ke depan, jika terjadi bencana serupa, jalan tidak kembali tertutup dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar,” jelasnya.

Menjelang Ramadhan

Keberadaan jembatan Bailey ini dinilai sangat krusial, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan, agar pasokan logistik dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Menteri Dody juga menekankan bahwa jembatan darurat tersebut dipasang untuk mencegah risiko keselamatan warga yang sebelumnya terpaksa menyeberangi sungai secara manual.

Selain penanganan jalan dan jembatan, Kementerian PU turut menyiapkan langkah pemulihan di sektor irigasi guna mendukung aktivitas pertanian masyarakat terdampak. Penanganan irigasi akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, termasuk percepatan perbaikan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.

“Untuk irigasi, penanganannya dilakukan oleh BWS. Irigasi yang rusak akibat bencana akan kita perbaiki agar pasokan air ke sawah kembali normal. Selama sawah masyarakat terdampak, irigasinya pasti kita benahi,” kata Dody. (CHI)

Baca Juga: Menhub Janji Perpendek “Headway” KRL Green Line, Jaringan Listrik Dibangun 1–2 Tahun

Oleh:

Share