Home Berita Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional Usai Longsor di 14 Titik

Jalan Nasional Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional Usai Longsor di 14 Titik

Share

JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani dampak banjir bandang di Kota Padang dan memulihkan akses jalan nasional Tapan–Batas Jambi di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Hingga Senin (12/10/2026), ruas jalan yang terdampak longsor di 14 titik tersebut telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan melalui satu jalur.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan alat berat, pembangunan tanggul darurat, penyediaan air bersih, serta pembersihan material banjir dan longsor.

Kementerian PU juga menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana susulan.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai teknis di Sumatera Barat untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, memastikan ketersediaan alat berat dan personel, serta memprioritaskan keselamatan masyarakat dan pemulihan konektivitas antarwilayah.

“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dikutip Selasa (13/10/2026).

Banjir Padang Rusak Infrastruktur

Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 menyebabkan sekitar 120 rumah tergenang.

Bencana tersebut juga merusak jaringan irigasi, bendung, tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter, serta dua bangunan intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Selain kerusakan bangunan air, pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer dilaporkan terputus. Satu masjid juga terdampak banjir.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan lima unit mobil tangki air.

Petugas juga memperbaiki alur sungai dan membersihkan sedimen yang menutupi bangunan intake.

Di kawasan Perumahan Lumin Park, BWS Sumatera V Padang telah menyelesaikan pembangunan tanggul darurat sepanjang 200 meter di aliran Sungai Batang Air Dingin.

Tanggul setinggi sekitar tiga meter itu dibangun di sisi sungai yang berhadapan dengan kawasan perumahan untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Pekerjaan tersebut didukung tiga unit excavator yang mulai dikerahkan secara bertahap sejak Minggu (11/10/2026).

Pembangunan tanggul darurat menjadi penanganan awal untuk melindungi permukiman warga sebelum pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan.

Normalisasi Sungai dan Pengerukan Muara Disiapkan

Kementerian PU menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.

Rencana pekerjaan mencakup normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian atau pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam.

Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan berlangsung secara bertahap mulai 15 Oktober 2026.

Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan menentukan kebutuhan penanganan.

Sementara itu, pengerukan muara direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dengan perkiraan waktu pengerjaan sekitar dua bulan.

Tim pengukuran telah menuju lokasi untuk mempersiapkan pekerjaan permanen, termasuk pembangunan check dam yang direncanakan berlangsung selama enam bulan, bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai.

Jalan Tapan–Batas Jambi Kembali Bisa Dilalui

Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang terjadi pada 9–11 Oktober 2026 berdampak pada jalan nasional ruas Tapan–Batas Jambi, tepatnya di Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, wilayah Tapan.

Material longsor menimbun badan jalan sepanjang sekitar 16,2 kilometer yang tersebar di 14 titik, mulai KM 219+100 hingga KM 235+300.

Hingga Senin (12/10/2026), ruas tersebut telah kembali fungsional dan bisa dilalui kendaraan melalui satu jalur.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat masih membersihkan sisa material longsoran serta memasang rambu peringatan dan garis pengaman untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pembersihan Material

Penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan empat unit excavator PC200, satu excavator mini, dua wheel loader, dan satu dump truck. BPJN Sumatera Barat juga menambah satu unit wheel loader untuk mempercepat pembersihan material di lapangan.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Kementerian PU menyiapkan penanganan permanen di KM 219+100 melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pekerjaan yang direncanakan berupa pembangunan retaining wall concrete (RWC) atau dinding penahan beton untuk memperkuat badan jalan dan mengurangi risiko jalan terputus.

Kementerian PU berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menuntaskan penanganan darurat serta mempersiapkan perbaikan permanen. (CHI)

Oleh:

Share