Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Fitur Hitung-hitungan “U-Turn” yang Dituding Bikin Jalan Macet

Hitung-hitungan “U-Turn” yang Dituding Bikin Jalan Macet

Share

Sejumlah putar balik alias u-turn di beberapa lokasi telah dan akan ditutup permanen. Alasannya karena menjadi penyebab jalan macet. Apa betul demikian?

Jumlah u-turn yang ditutup permanen terbilang cukup banyak. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, misalnya, bakal menutup 27 u-turn di Jakarta, seperti dilansir dari https://metro.tempo.co.

U-turn adalah suatu prasarana mobilitas bagi kendaraan pada sistem jaringan dua arah. Pengendara dapat menggunakan u-turn untuk memutar arah perjalanan atau 180 derajat ke arah berlawanan. Huruf ‘u’ merujuk pada prasarana ini yang menyerupai huruf U.

Kajian

Sebelum rencana penutupan permanen u-turn karena dituding bikin macet mengemuka, sejumlah kajian telah dilakukan. Salah satunya oleh Harwidyo Eko Prasetyo dan Tri Santoso. Keduanya adalah mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Mereka melakukan studi kasus u-turn di ITC Jalan Letjen Soepono, Jakarta. U-turn ini dikenal juga dengan u-turn arteri Permata Hijau.

Hasil penelitian mereka yang berjudul “Analisis Kinerja U-Turn (Studi Kasus U-Turn di ITC Jalan Letjen Soepono, Jakarta)”, seperti dilansir dari https://jurnal.umj.ac.id, menyatakan, volume terbesar di Jalan Letjen Soepono terjadi pada hari kerja, pukul 07.00–08.00 WIB arah Kebon Jeruk-Simprug sebesar 4908,65 satuan mobil penumpang per jam (smp/jam).

Kecepatan kendaraan terendah pada arus terganggu oleh u-turn adalah 38,01 km/jam. Kecepatan ini terjadi pada hari kerja antara pukul 07.00–08.00 WIB arah Kebon Jeruk-Simprug.

Rata-rata jumlah kendaraan dalam satu kasus u-turn antara 3,13–3,47 kendaraan. Rata-rata tundaan per kendaraan yang dipengaruhi adalah antara 6,77–7,73 detik.

Masih dari penelitian oleh Harwidyo Eko Prasetyo dan Tri Santoso, analisis Greenshield & Shockwave didapat panjang antrean berkisar 90-350 meter. Dengan kata lain terjadi kemacetan cukup panjang.

Persimpangan bersinyal yang berada tidak jauh dari lokasi penelitian menyebabkan pengaruh yang cukup besar pada tundaan kendaraan.

Kajian lain dilakukan oleh Abdi Yuda Yadi, Syafarudin AS, dan Siti Nurlaily Kadarini. Ketiganya merupakan alumni dan dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.

Ketiganya mengkaji u-turn di depan Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada, Pontianak pada tahun 2019 silam. Hasil pengolahan data mereka diperoleh bahwa sebagian besar penyebab pengurangan kecepatan kendaraan adalah hambatan samping, baik karena parkir di badan jalan maupun pejalan kaki.

Oleh sebab itu, solusi yang dapat direncanakan adalah pembangunan gedung parkir. Selain itu, perlu edukasi kepada pejalan kaki mengenai pentingnya fasilitas penyeberangan jalan, seperti zebra cross. (BAS)

Baca Juga:

Mulai 18 Februari, Jalan Putar Balik Depan Gerbang Tol Karawaci 4 Ditutup Permanen

Ini Penyebab Jalan Tol BSD Kilometer 8 Sering Banjir

Oleh:

Share

Leave a Comment

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.