Home Berita Diskon Tarif Tol hingga Jalur Baru, Strategi PU Atasi Kepadatan Nataru 2025/2026

Diskon Tarif Tol hingga Jalur Baru, Strategi PU Atasi Kepadatan Nataru 2025/2026

Share

JAKARTA, LINTAS – Kesiapan dan optimalisasi infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terbukti berkontribusi besar dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi layanan infrastruktur dan transportasi Nataru 2025/2026 antara Komisi V DPR RI dan pemerintah, yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1/2026). Menteri PU Dody Hanggodo dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti.

Diana menjelaskan, Kementerian PU berperan aktif dalam mendukung kelancaran lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan selama periode Nataru melalui pengoperasian jalan tol, peningkatan layanan operasional, serta penguatan integrasi jaringan jalan nasional dan jalan daerah.

“Total panjang jalan tol yang beroperasi saat ini mencapai 3.115,981 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Diana dikutip Rabu (21/1/2026).

Ruas tol tersebut terdiri atas Jalan Tol Jawa sepanjang 1.842,77 km, Sumatera 1.104,42 km, Kalimantan 97,270 km, Sulawesi 61,46 km, dan Bali 10,07 km. Seluruh jaringan tol itu dikelola oleh 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengoperasikan 76 ruas tol.

Gerbang tol Cikampek Utama. |Dok/PT Jasa Marga

Diskon Tarif Tol

Untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan, jalan tol nasional dilengkapi dengan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 539 Gerbang Tol (GT).

Selain itu, Kementerian PU bersama BUJT juga memberikan diskon tarif tol sebesar 10–20 persen selama tiga hari, yakni pada 22, 23, dan 31 Desember 2025, di sejumlah ruas strategis seperti Jabodetabek, Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Sulawesi. Khusus Jalan Tol Manado–Bitung, diskon diberlakukan lebih panjang, mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Dalam rangka mengurai kepadatan lalu lintas, Kementerian PU juga membuka ruas tol fungsional sementara sepanjang 142,097 km.

Ruas tersebut meliputi Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,57 km, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 4 (Sinaksak–Simpang Pinei) 12,37 km, Palembang–Betung Seksi 2 Rengas–Pulau Rimau 30,75 km, Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 (Gending–Paiton) 24,08 km, serta sejumlah seksi Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jembatan Pulau Balang sepanjang 50,227 km.

Ruas Strategis

Upaya peningkatan kapasitas jalan juga dilakukan pada sejumlah ruas strategis. Di antaranya pelebaran Ruas Jakarta–Cikampek dari tiga menjadi empat lajur pada KM 50+400 hingga KM 66+700 arah A dan KM 61+500 hingga KM 49+700 arah B, serta pemasangan Lane Control Signal untuk mendukung rekayasa lalu lintas contraflow di KM 46–KM 71.

Sementara di ruas Cikampek–Palimanan dilakukan pelebaran lajur ketiga pada KM 72+200–110+359 dan KM 129+975–131+475. Adapun di ruas Tangerang–Merak dilakukan penambahan satu lajur dari dua menjadi tiga lajur pada KM 77+800–KM 86+538 jalur A/B, serta pelebaran lajur ketiga pada KM 86+950–KM 95+000 arah A/B.

Kementerian PU bersama BUJT juga menerapkan pembatasan operasional angkutan barang sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) pada 19–20 Desember 2025, 23–28 Desember 2025, dan 2–4 Januari 2026. Kebijakan ini berhasil menurunkan volume kendaraan angkutan barang golongan III–V hingga 33,7 persen, dari kondisi normal 325.767 kendaraan menjadi 215.987 kendaraan selama periode Nataru.

Adapun realisasi volume lalu lintas selama Nataru 2025/2026 tercatat sebanyak 3.239.277 kendaraan keluar Jakarta dan 3.145.259 kendaraan masuk Jakarta.

Apresiasi dari DPR

Puncak arus mudik terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 dan Rabu, 24 Desember 2025. Sementara itu, arus kendaraan menuju Sumatera tercatat 107.150 kendaraan dan keluar Sumatera sebanyak 99.194 kendaraan, dengan puncak arus mudik pada Minggu, 28 Desember 2025.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus yang memimpin rapat menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan infrastruktur dan transportasi selama periode Nataru 2025/2026.

“Secara umum penanganan sudah cukup baik. Terjadi penurunan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa persiapan yang dibahas dalam Raker dan RDP pada 8 Desember 2025 membuahkan hasil positif,” pungkas Lasarus. (*/CHI)

Baca Juga: Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Pascabencana di Aceh Tamiang

Oleh:

Share