Home Fitur Cegah Banjir Jelang Musim Hujan

Cegah Banjir Jelang Musim Hujan

Share

Masalah banjir selalu datang bagaikan momok yang selalu menghantui kita, terutama di  musim hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG musim hujan tahun 2023 ini akan datang pada bulan November. Dan terbukti di awal bulan ini, telah turun hujan merata di wilayah Jakarta, Depok,Tangerang, dan Bekasi yang bahkan menimbulkan banjir di beberapa lokasi. Persoalannya adalah sejauh mana kesiapan kita menghadapi bencana banjir yang tidak diharapkan, tetapi siap tidak siap mau tidak mau harus kita hadapi.

Oleh Achmad Maliki

Masalah banjir dapat terjadi di mana pun tidak hanya di dataran rendah, di bagian hulu di dataran tinggi banjir kerap terjadi seperti banjir bandang yang disertai dengan longsoran. Di bagian hilir dekat muara sungai, masalah banjir atau genangan yang dikenal dengan banjir rob selalu terjadi karena pengaruh pasang muka air laut terutama saat bulan purnama ketika posisi bulan mencapai puncak keindahannya. Sedang di bagian tengah antara hulu dan hilir, masalah banjir lebih banyak diakibatkan oleh meluapnya aliran sungai ke sebelah kiri dan kanan sungai.

Penyebab banjir

Untuk menangani masalah banjir perlu diketahui penyebabnya. Tidak sepantasnya selalu “mengambinghitamkan” curah hujan yang tinggi sebagai penyebab banjir karena tingginya curah hujan dipastikan akan selalu datang, terutama di musim hujan.

Yang menjadi masalah utama adalah kesiapan kita mengantisipasi agar ketika turun hujan dengan intensitas tinggi tidak menimbulkan masalah banjir. Tidak ada satu tempat pun yang bisa diklaim bebas banjir seperti yang kerap dikumandangkan para pengembang perumahan.

Penghitungan banjir didasarkan pada teori kemungkinan terjadinya banjir. Misalnya, kemungkinan terjadinya banjir akan semakin tinggi bila terjadi di dataran rendah bila dibandingkan di daerah tinggi dengan intensitas hujan yang sama.

Variasi besaran intensitas hujan memiliki risiko banjir yang berbeda sesuai kondisi tempat di mana hujan turun. Tanpa adanya hujan, bisa saja suatu kawasan terjadi banjir atau genangan oleh karena banjir yang datang dari hulu yang kerap dikenal sebagai “banjir kiriman”.

Pemicu banjir

Pemicu banjir lebih banyak disebabkan oleh faktor perilaku manusia, seperti sampah, tersumbatnya atau terhambatnya aliran air, kurangnya pemeliharaan  sungai maupun saluran drainase, tertutupnya ruang terbuka hijau, terjadinya perubahan tata guna lahan, berkurangnya vegetasi dan lainnya. Banjir dapat dicegah karena kita tahu dan dapat memperkirakan kedatangan banjir serta tempat-tempat/lokasi yang rawan banjir, tetapi yang menjadi persoalan adalah kesiapan kita untuk meminimalkan risiko bila banjir datang.

Berbagai upaya dilakukan baik secara struktural maupun nonstruktural oleh Pemerintah maupun nonpemerintah. Namun, itu selalu terbatas pada debit banjir tertentu.

Ilustrasi: Alat berat diturunkan untuk mengeruk sedimentasi sebagai pemicu banjir di Sungai Loji di Pekalongan, Jawa Tengah.

Pencegahan

Upaya pencegahan banjir dapat dilakukan mulai dari rumah, lingkungan tempat tinggal, lokasi rawan banjir/genangan. Pencegahan dari rumah dapat dilakukan dengan mengurangi semaksimal mungkin air tidak mengalir keluar rumah dengan cara

membuat sumur resapan di halaman rumah. Pencegahan di lingkungan tempat tinggal, dilakukan dengan cara rutin membersihkan saluran drainase yang biasanya dilakukan melalui kerja bakti di lingkungan RT/RW bekerja sama dengan pihak Kelurahan.

Pencegahan dan penanggulangan banjir di lokasi rawan genangan menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah, baik pusat maupun daerah.

(Achmad MalikiKepala BWS Kalimantan 3 Periode 2007-2011; Dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Trisakti)

Baca Juga: Warga Ibu Kota Bersiap Hadapi Musim Hujan

Oleh:

Share

ARTIKEL TERKAIT