JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memperbaiki 780 meter alur Sungai Batang Baliang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, hingga Kamis (15/10/2026).
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan pascabanjir bandang dengan target perbaikan sepanjang 1.900 meter.
Penanganan dilakukan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang setelah banjir bandang menerjang kawasan Sungai Batang Baliang pada 21 September 2026.
Sungai tersebut berada di Sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Lembang, Wilayah Sungai Indragiri-Akuaman.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembersihan alur sungai dan muara menjadi prioritas untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko banjir susulan.
“Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Sumber Daya Air melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan,” kata Dody dikutip Jumat (16/10/2026).
Dalam penanganan tanggap darurat, BWS Sumatera V Padang mengerahkan alat berat untuk memperbaiki alur sungai di bagian hulu sekaligus membersihkan material yang menumpuk di kawasan permukiman terdampak.



Kerahkan Esvacator
Peralatan yang dikerahkan terdiri atas lima unit excavator, dua unit excavator breaker untuk memecah batu, dan lima unit dump truck untuk mengangkut material ke lokasi pembuangan.
Pekerjaan meliputi pelebaran galian alur sungai, pemecahan batu, serta pemindahan material yang menghambat aliran air.
Petugas juga membuka akses bagi alat berat menuju bagian hulu pada segmen pertama agar pekerjaan dapat dilanjutkan.
Selain memperbaiki alur sungai, tim menangani perapian dan pemadatan tanah di area pemasangan geobag.
Pekerjaan ini didukung satu unit excavator dan dua pekerja harian yang bertugas mengisi geobag.
Sementara itu, satu unit excavator lainnya digunakan untuk meratakan area pembuangan material. Perbaikan alur sungai masih berlangsung untuk mencapai target penanganan sepanjang 1,9 kilometer.
Pembersihan material dan penataan alur diharapkan dapat membantu memulihkan fungsi sungai setelah banjir bandang.
Dua Sabo Dam Disiapkan
Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk meningkatkan ketahanan Sungai Batang Baliang terhadap ancaman aliran debris dan banjir bandang.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan dua unit sabo dam di Sungai Aie Baliang.
Infrastruktur ini direncanakan untuk mengendalikan aliran debris, mengurangi kecepatan aliran, serta menjaga stabilitas dasar dan tebing sungai.
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penataan kawasan sempadan sungai yang berisiko terdampak banjir.
Penanganan tersebut mencakup perbaikan alur sungai dalam tahap tanggap darurat dan perencanaan infrastruktur pengendali debris untuk jangka panjang. (CHI)











