JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) lalu.
Upaya pemulihan meliputi pembersihan fasilitas umum dan permukiman, distribusi air bersih, serta rencana penanganan alur sungai untuk mengurangi risiko banjir.
Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin tersebut berdampak pada sejumlah fasilitas ibadah dan layanan kesehatan.
Kementerian PU juga menyiapkan penanganan infrastruktur sungai sebagai bagian dari upaya mengatasi dampak bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan pascabanjir harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemulihan infrastruktur hingga penataan alur sungai.
Pekerjaan tersebut mencakup normalisasi muara dan sungai, peninggian tanggul, serta pembangunan sabo dam di bagian hulu.
“Saya minta penanganan banjir bandang di Kota Padang tidak dilakukan sepotong-sepotong. Kita segera normalisasi muara dan alur sungainya, selesaikan peninggian tanggulnya dan siapkan pekerjaan sabo dam di Hulu Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji,” kata Dody dikutip Sabtu (17/10/2026).

Fasilitas Umum Dibersihkan
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (PS), Kementerian PU telah menyurvei 32 titik untuk mendata kerusakan dan menentukan prioritas penanganan darurat.
Hasil survei mencatat empat masjid, enam musala, dan satu puskesmas pembantu (pustu) terdampak banjir bandang. Sementara itu, lima puskesmas dan sejumlah rumah sakit yang disurvei tidak menunjukkan dampak akibat kejadian tersebut.
Pembersihan dilakukan agar fasilitas ibadah dan pelayanan kesehatan dapat kembali digunakan masyarakat.
Sejumlah lokasi yang telah selesai dibersihkan antara lain Masjid Babbusalam, Masjid Taqwa Guo, Masjid Nurul Anhar, Musala Al-Hikmah, Musala Ar-Ridwan, Musala Jabal Nur, serta Pustu Gurun Laweh.
Kementerian PU juga membersihkan kawasan permukiman di Kampung Tanjung, Kampung Guo, dan Perumahan Lumin Park. Kegiatan ini dilaksanakan melalui skema padat karya dengan melibatkan karang taruna setempat.
Dilakukan Bertahap
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kuswara mengatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah dengan penanganan yang kita lakukan sama-sama ini, beberapa sarana dan prasarana sudah mulai digunakan meskipun secara bertahap,” kata Kuswara di Kota Padang, Kamis (15/10/2026).
Selain membersihkan fasilitas umum, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga setelah kerusakan pada intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Guo Kota Padang.


Hingga 14 Oktober 2026, lima unit mobil tangki air telah dikerahkan untuk mendistribusikan air ke sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas pelayanan.
Distribusi Air Bersih
Distribusi menjangkau Perumnas Belimbing yang mencakup 220 sambungan rumah (SR), Perum Karya REI sebanyak 35 SR, kawasan Kuranji dan sekitarnya sebanyak 350 SR, serta Perumahan Griya Sawah sebanyak 125 SR. Pasokan air juga diberikan ke Kantor Lantamal dan Panti Grahita Bukalam.
Volume distribusi meningkat setiap hari seiring kebutuhan penanganan darurat. Pada 11 Oktober 2026, air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter.
Jumlah tersebut naik menjadi 35.000 liter pada 12 Oktober, kemudian 50.000 liter pada 13 Oktober, dan 65.000 liter pada 14 Oktober 2026.
Dengan demikian, total air bersih yang didistribusikan selama empat hari mencapai 170.000 liter.
Distribusi air bersih dan pembersihan fasilitas umum menjadi bagian dari pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak.
Sementara itu, normalisasi sungai, peninggian tanggul, dan rencana pembangunan sabo dam disiapkan untuk menangani persoalan aliran sungai di kawasan terdampak banjir bandang. (CHI)











