Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
19 July 2024
Home Berita Bandara Kertajati Akan Layani Penerbangan Sipil November Mendatang

Bandara Kertajati Akan Layani Penerbangan Sipil November Mendatang

Share

Jakarta – Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat siap layani penerbangan sipil pada November mendatang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Insya Allah untuk pertama ada empat penerbangan. Pada Desember nanti bertambah menjadi delapan penerbangan. Paling tidak ada dua penerbangan untuk umroh,” papar Budi dalam keterangannya dikutip Senin (19/9/2022).

Budi menyampaikan, pasca pandemi Covid-19 pemerintah terus berupaya mendorong agar aktivitas bandara kembali pulih.

Salah satu langkahnya adalah melakukan penerbangan sipil ke sejumlah daerah seperti Kalimantan dan Bali.

Ia meyakini jelang akhir tahun Bandara Kertajati akan kian ramai layani penerbangan karena terhubungnya infrastruktur dari Bandung.

“Kita juga menunggu tersambungnya jalan tol dari Bandung pada bulan Oktober. Insya Allah pada Desember, Bandara Kertajati sudah mulai ramai,” tuturnya.

Budi mengungkapkan, bandara internasional ini sudah lengkap karena saat ini sudah melayani penerbangan kargo.

“Nantinya juga akan dibangun pusat perawatan pesawat atau maintanance reparatio, overhaul,” sebutnya.

Adapun Kertajati, Patimban, dan Cirebon adalah tiga kawasan segitiga emas di Jawa Barat yang potensial untuk kawasan industri.

“Pengembangan kawasan industri yang akan dilakukan di sini akan memberikan dukungan bagi kinerja Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati,” tandasnya.

Diketahui, pembangunan Bandara Kertajati telah direncanakan sejak tahun 2003, namun proyek itu mangkrak karena berbagai alasan.

Saat pemerintahan Presiden Joko Widodo, akhirnya pembangunan Bandara Kertajati mulai direalisasikan dengan kucuran dana APBN.

Bahkan proyek tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Pembangunannya berlangsung sejak 2015 hingga 2017.

Pembangunan bandara menelan biaya hingga Rp 2,6 triliun dan awalnya direncanakan bisa melayani penerbangan ke Surabaya, Ujung Pandang, Balikpapan, dan Medan.

Pemerintah pun ingin bandara tersebut dapat melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk ibadah Haji.

Pasca pembangunan Bandara Kertajati nampak belum ramai digunakan oleh masyarakat. Pasalnya Tol Cisumdawu yang menghubungkan Bandung ke Bandara belum selesai dibangun.

Kementerian Perhubungan pun memiliki sejumlah strategi agar aktivitas bandara bisa berjalan dengan baik.

Salah satunya, menjadikan Bandara Kertajati sebagai tempat perawatan dan pembenahan pesawat.

Nantinya tak hanya pesawat milik TNI AU yang bisa dibenahi, tapi juga berbagai pesawat maskapai lain. (*)

Baca juga: Pembangunan Bandara Kediri Jadi Sejarah, Proyek Pertama yang Diusulkan dan Dibiayai Pihak Swasta

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.