Jakarta, Lintas – Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah bagi para pejuang eks Timor Timor yang bermukim di Kupang, NTT, Pemerintah RI membangun 2.100 unit rumah. Rumah khusus ini dibangun dengan teknologi rumah tahan gempa (RTG). Ditargetkan, pembangunan rumah instan sederhana sehat (risha) ini rampung pada September 2023.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, saat peletakan batu pertama pekerjaan itu, dikutip dari rilis pers yang diterima Minggu (21/5/2023).
“Rusus dibangun dengan RTG risha tipe 36 dengan luas kavling 10 meter x 15 meter atau 150 meter persegi. Memiliki keunggulan tahan gempa dan pelaksanaannya lebih cepat. Rusus kami berikan secara gratis sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah terhadap para warga pejuang eks Timor Timur. Kami ingin mereka ikut merasakan hasil pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia,” kata Iwan.




Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Nusa Tenggara II, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Yublina Dila Bunga menambahkan, saat ini proses pembangunan rumah tersebut telah dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh perwakilan Kementerian PUPR dan pemerintah daerah setempat.
“Saat ini sudah dimulai pembangunannya. Kami mohon masyarakat melaporkan apabila ada oknum yang datang dan meminta uang administrasi untuk mendapatkan bantuan perumahan karena program ini gratis,” terang Yublina.
Infrastruktur Perumahan
Direktorat Jenderal Perumahan juga akan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam rangka penyediaan infrastruktur permukiman. Mengingat jumlah kebutuhan rumah khusus yang akan dibangun juga cukup besar. Beberapa hal yang akan menjadi fokus pembangunan dalam skala kawasan permukiman, yakni pematangan lahan, kavling, site plan. Termasuk jaringan air bersih dan sanitasi serta fasilitas umum dan sosial.
Kontrak pekerjaan dimulai sejak Desember 2022 selama 270 hari kerja. Dengan target penyelesaian pada September 2023. Pelaksanaan terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Ketiga paket itu, yakni Pembangunan Rusus Paket I sebanyak 727 unit yang dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero). Sementara Paket II (687 unit) oleh PT Nindya Karya (Persero). Selanjutnya, Paket III (686 unit) oleh PT Adhi Karya (Persero). Sementara Konsultan Manajemen Konstruksi dilaksanakan oleh PT Yodya Karya (Persero).
Bupati Kupang Korinus Masneno, yang hadir dalam prosesi peletakan batu pertama tersebut, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kementerian PUPR terhadap para pejuang eks Timor Timur. Menurut dia, kebutuhan rumah layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar. Untuk itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah yang membangun rusus ini. Terlebih rumah yang dibangun juga jumlahnya cukup besar. Untuk itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rumah warga eks pejuang Timor Timur yang berada di Kabupaten Kupang,” tutup Korinus. (HRZ)



















