Sumber informasi tepercaya seputar infrastruktur,
transportasi, dan berita aktual lainnya.
13 June 2024
Home Berita Ada 13 Bendungan yang Akan Diselesaikan Tahun 2023

Ada 13 Bendungan yang Akan Diselesaikan Tahun 2023

Share

Jakarta – Guna mencapai ketahanan sumber daya air sebagai langkah swasembada pangan di tahun 2045, pemerintah terus menggenjot pembangunan bendungan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyelesaian 13 bendungan di tahun 2023.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko menyampaikan proyek itu membutuhkan biaya senilai Rp 6,12 triliun.

“Terkait tambahan anggaran pada program ketahanan sumber daya air di pagu Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang pertama ada tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun difokuskan untuk mendukung target penyelesaian 13 bendungan di tahun 2023,” papar Jarot dalam keterangannya dikutip Kamis (8/9/2022).

Ia menjelaskan, Rp 1,12 triliun dipakai untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Bendungan Sepaku Semoi yang ditargetkan selesai awal 2023.

“Supaya selanjutnya bisa dilaksanakan impounding dan pada 2024 sudah dapat berfungsi,” katanya.

Adapun 12 bendungan tersebut adalah Bendungan Rukoh, Keureuto, Lau Simeme, Karian, Cipanas, Leuwikerie, dan Jlantah. Lalu Bendungan Sidan, Tiu Suntuk, Temef, Pamukkulu, Ameroro, dan Sepaku Semoi.

“Kami juga melaksanakan pembangunan bendungan baru yaitu Jenelata dan Riam Kiwa, yang sumber pendanaannya melalui pinjaman luar negeri,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Jarot, pihaknya pun berkomitmen memulai pembangunan Bendungan Cibeet, dan Cijuray di Jawa Barat, serta revitalisasi pada 6 danau.

Selain bendungan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga melaksanakan pembangunan jaringan irigasi seluas 6.900 hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 98.700 hektar dengan nilai Rp 5,83 triliun.

Berlanjut pembangunan prasarana air baku sebesar Rp 2,32 triliun dengan penyediaan air baku berkapasitas 2,6 meter kubik per detik dan pembangunan 28 unit embung.

Di sisi lain, dana senilai Rp 5 triliun dialokasikan di tahun 2023 untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 350.000 orang pada program P3TGAI dan operasi pemeliharaan infrastruktur sumber daya air dengan pendekatan padat karya.

Hingga saat ini Kementerian PUPR telah menggunakan anggaran tahun 2021 mencapai 46,91 persen atau senilai Rp 20,64 triliun dengan realisasi fisik di lapangan sebesar 53,92 persen.

Diketahui, Presiden Joko Widodo ingin tahun 2045 Indonesia berhenti melakukan impor untuk kebutuhan pangan masyarakat.

Melalui berbagai pembangunan di sektor sumber daya air, khususnya bendungan, diharapkan produktivitas di sektor pertanian meningkat.

Jika sebelumnya petani hanya bisa panen 2 kali, dengan keberadaan bendungan diharapkan panen bisa mencapai 3 kali lebih dalam satu tahun. (*)

Baca juga: Bendungan Tiu Suntuk Dibangun, Dapat Menampung 55,90 Juta Meter Kubik Air untuk Masyarakat NTB

Oleh:

Share

Copyright © 2023, PT Lintas Media Infrastruktur. All rights reserved.