JAKARTA, LINTAS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memulai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi di 90 dari total 121 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penanganan ini dilakukan untuk memulihkan layanan kesehatan dasar sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas publik bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Berdasarkan data Kementerian PU, pekerjaan konstruksi telah dimulai di sekitar 74,4 persen dari seluruh fasilitas kesehatan yang masuk dalam program penanganan. Sementara itu, fasilitas lainnya masih berada dalam tahap persiapan pelaksanaan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan melalui percepatan pekerjaan di sejumlah lokasi. Pemerintah menargetkan fasilitas publik yang terdampak dapat kembali berfungsi untuk mendukung aktivitas masyarakat.
“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” kata Dody dikutip Kamis (15/10/2026)



Rekonstruksi di Tiga Provinsi
Penanganan fasilitas kesehatan mencakup 50 lokasi di Aceh, 36 lokasi di Sumatera Utara, dan 35 lokasi di Sumatera Barat. Dari ketiga provinsi tersebut, seluruh fasilitas kesehatan yang masuk program di Aceh telah memasuki tahap konstruksi.
Baca Juga: Jalan Tapan–Batas Jambi Kembali Fungsional, Pembersihan Longsor Berlanjut
Di Sumatera Utara, pekerjaan konstruksi telah dimulai pada 21 dari 36 fasilitas kesehatan. Adapun di Sumatera Barat, sebanyak 19 dari 35 fasilitas kesehatan telah memasuki tahap konstruksi.
Sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU telah melakukan penanganan awal pada masa tanggap darurat, antara lain membersihkan material sisa bencana dan menangani infrastruktur yang terdampak. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sebelum fasilitas diperbaiki agar dapat kembali digunakan.
Pemulihan fasilitas kesehatan juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan layanan dasar bagi warga yang terdampak, termasuk masyarakat yang tinggal di hunian sementara. Anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian dalam proses pemulihan tersebut.
Penanganan 370 Rumah Ibadah
Selain fasilitas kesehatan, Kementerian PU menangani rehabilitasi dan rekonstruksi 370 fasilitas peribadatan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera. Di Aceh, penanganan mencakup 137 lokasi. Dari jumlah tersebut, 115 lokasi telah memasuki tahap konstruksi.
Di Sumatera Utara, terdapat 208 fasilitas peribadatan dalam program penanganan, dengan 69 lokasi telah memulai pekerjaan konstruksi. Sementara itu, di Sumatera Barat, program mencakup 25 fasilitas peribadatan, dengan lima lokasi telah memasuki tahap konstruksi.
Pelaksanaan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan di masing-masing lokasi agar fasilitas dapat kembali digunakan secara layak oleh masyarakat.
Secara keseluruhan, progres fisik penanganan fasilitas umum dan fasilitas sosial, yang mencakup fasilitas kesehatan dan peribadatan di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, mencapai 21,90 persen per 12 Oktober 2026. (CHI)
Baca Juga: IKN dapat Investasi Rp3,74 Triliun, Ini Rincian Proyek Rusun ASN hingga Kawasan Komersial












